Dinas Pertanian dan Peternakan kab. Majalengka menegaskan bahwa areal lahan pertanian di kabupaten Majalengka masih aman dan terkendali, meskipun lahan seluas 5000 hektar akan terlibas sejumlah proyek diantaranya bandara internasional kertajati dan jalan tol.
Hal ini terungkap ketika sosialisasi validasi data lahan pertanian di gedung SKB belum lam ini. Bersama Bapeda dan BPS. Kepala dinas pertanian dan perikanan Kab. Majalengka H. Idi Tjahidi, menegaskan, lahan bandara sudah tertuang dalam RTRW dan sudah diatur dalam undang-undang No. 41 tahun 2009.
“Untuk sementara ini kabupaten Majalengka mempunyai 50 ribu hektar lahan pertanian. Sedangkan bandara internasional hanya 5 ribu hektar saja, jadi masih tersisa 90 persen lebih dan lahan pertaian kita masih aman.” Kata Idi melalui sekretarisnya Arif Daryana.
Arif menambahkan, Majalengka sendiri untuk sekarang ini masih bisa menyuplai beras dan gabah ke luar daerah dan belum mengimpor. Pihaknya optimis bahwa Majalengka masih akan punya lahan dan menghasilkan produk pangan untuk menutupi kebutuhan pangan di dalam maupun luar kab. Majalengka.
“Otomatis kita masih lebih baik karena kita masih ekspor. Selama kita masih bisa mengekspor kita masih tetap aman, faktanya kita belum mengimpor beras sampai sekarang ini.” Tandasnya.
Lebih lanjut Arif mengatakan, mengenai situasi tidak terduga seperti adanya penyempitan lahan pertanian karena industri, pembangunan jalan baru dan permukiman, Arif kembali menegaskan bahwa semuanya itu sebaiknya diatur dalam perangkat lunak atau aturan lebih dulu yang harus dibentuk sebagai acuan langkah ke depan.
“Jika aturan itu sudah ada, kita akan lebih bisa memantau, makanya kita berharap Pemkab Majalengka lebih banyak lagi mengatur tentang areal pertanian di Majalengka ini. Supaya ke depan tidak terjadi permasalahan.” Ungkapnya.
Sedangkan untuk pemulihan kesuburan lahan pertanian pihaknya juga menghimbau kepada para kasie di setiap kecamatan, penyuluh serta para petani di desa, agar mampu menjaga kualitas tanah supaya tetap terjaga kualitasnya.
“Kita sudah melakukan koordinasi dengan para penyuluh dan mantri di setiap desa, hal ini kita lakukan untuk memantau kualitas lahan pertanian di Majalengka di masa yang akan datang.” Pungkasnya. (S.04)
Sumber: Sinar Media

Posting Komentar