Pembangunan air mancur atau taman aero city di alun-alun Majalengka sejak awal mengundang pertanyaan warga. Selain biaya yang sangat mahal mencapai hampir 1 milyar, pembangunan itupun telah mengorbankan tugu Adipura yang mengandung nilai historis perjuangan warga Majalengka dalam meraih penghargaan di bidang kebersihan.Kini pembangunan taman itu bakal menuai masalah, pasalnya proyek pembangunan yang dianggap hanya pemborosan anggaran itu penyelesainya diprediksi bakal mengalami keterlambatan.
Beberapa warga Majalengka yang dimintai komentarnya oleh Sinarmedia menyayangkan kebijakan Pemerintah sekarang yang hanya menghambur-hamburkan uang milyaran rupiah hanya untuk membangun taman kota padahal masih banyak program pembangunan yang lebih penting dan menyentuh rakyat ketimbang pembangunan air mancur di Alun-alun tersebut.
“Saya nggak ngerti program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah sekarang hanya membangun taman dan taman saja dengan biaya mencapai milyaran rupiah, padahal dana tersebut lebih baik digunakan untuk menanggulangi rakyat miskin di Majalengka yang kini jumlahnya masih banyak “. Ujar Afan salah seorang warga Majalengka.
Selain menghambur-hamburkan anggaran pembangunan taman aero city juga dinilai tidak tepat sasaran. Kalau alasan pemerintah pembangunan aero city tersebut untuk mengalihkan perhatian warga yang selama ini berkumpul sekitar air mancur bunderan Munjul maka semestinya lokasi pembangunan air mancur tersebut tidak di alun-alun tapi di tempat lain seperti di bekas pasar Majalengka hingga pusat keramaian kota tersebar tidak tertumpu pada satu titik.
Terlambat
Pembangunan proyek taman aero city yang terletak di alun-alun Majalengka diprediksi akan mengalami keterlambatan, pasalnya pengerjaan mega proyek yang menghabiskan anggaran hampir mencapai 1 milyar ini baru mencapai sekitar 30 persen dari target yang harus selesai pada tanggal 25 Desember mendatang.
“Saya pesimis pengerjaan mega proyek ini tidak akan tepat waktu, pasalnya sampai saat ini pembangunanya belum mencapai separuhnya. Padahal batas waktu pengerjaanya sampai akhir Desember ini.” Ungkap Asep salah seorang warga kepada Sinarmedia.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Sinarmedia, proyek ini dikerjakan oleh pengusaha dari Jakarta dengan menghabiskan anggaran mencapai Rp. 973.238.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2011. Dengan waktu pengerjaan selama 90 hari kalender, dan mulai pekerjaan dimulai sejak tanggal 3 oktober 2011 lalu.
Rencananya di areal pembangunan taman aero city itu akan dibangun beberapa fasilitas, antara lain kawasan air mancur yang melibatkan pipa PDAM, play ground, arena bermain anak-anak, amphi theater atau panggung terbuka, jogging track, landscape atau area pertamanan, dan penambahan pohon di sejumlah titik.
Prediksi keterlambatan pengerjaan ini juga diakui sebagian pekerja, apabila proyek ini harus selesai pada tanggal 25 Desember mendatang jelas tidak akan tercapai. Mengingat saat ini pembangunan baru mencapai 40 persenya saja, ditambah cuaca di Kab. Majalengka yang tiap hari hampir turun hujan.
“Apabila tetap dipaksakan pengerjaan proyek ini harus selesai pada tanggal 25 Desember mendatang, sudah pasti tidak akan tercapai mas. Mengingat selain saat ini pengerjaanya kerap berhenti akibat hujan yang terus menerus turun di Majalengka.” kata salah seorang pekerja saat ditemui Sinarmedia di lokasi proyek.
“Upah kerja kami juga sempat mengalami keterlambatan, bahkan teman-teman pekerja sempat meliburkan diri akibat gaji yang telat dibayar. Di tambah lagi kami para pekerja kesulitan dalam melakukan komunikasi dengan direkturnya karena berada di Jakarta, HP nya pun jarak aktif mas.” paparnya sembari mencoba menghubunginya dan ternyata memang tidak aktif.
Ditemui terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kab. Majalengka, H. Wawan Gunawan lebih memilih bungkam saat dikonfirmasi soal keterlambatan pengerjaan proyek taman Aero city ini. Menurutnya semua keterangan tentang pengerjaan proyek ini ada di papan pengumuman proyek yang terpampang di lokasi.
“Semuanya ada dalam papan pengumuman, taman itu juga akan selesai tanggal 25 Desember 2011 nanti. Jika memang terlambat, kami akan melakukan kontrol dan surat peringatan kepada pihak rekanan, karena hal itu menjadi tanggung jawab pihak rekanan. Kita tentu akan melakukan kontrol, yang penting kita berharap agar tidak ada penyimpangan. Kita harapkan selesai pada waktuya.“ Ungkapnya sambil mengahiri pembicaran. (Tim).
Sumber: Sinar Media

Posting Komentar