Majalengka- (SJ) Dalam tiga hari terakhir Majalengka diguncang demo mahasiswa yang menyoroti kinerja pemerintahan dan penegak hukum.Bila sebelumnya demo yang dilakukan oleh para mahasiswa menyoroti kinerja kejaksaaan,Rabu (26/10) mahasiswa kembali turun ke jalan,kali ini sorotan mahasiswa beralih pada pemerintah daerah yang dinilai hanya omong doang (omdo).
Demo mahasiswa yang dilakukan di dua tempat masing-masing di gedung DPRD dan Pendopo Pemkab Majalengka tersebut terkait masalah pelayanan kesehatan dan kesejahteraan.Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menilai pemerintah daerah tidak pernah serius menangani masalah –masalah yang dihadapi masyarakat kecil.Perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil sangat lemah,dan di sisi lain pemerintah terus mengobral janji dan mimpi-mimpi kesejahteraanyang dikemas dalam visi misi daerah.
”Banyak persoalan mendasar yang kurang mendapatkan perhatian pemerintah,investigasi kami dalam masalah kesehatan masyarakat menjadi indikasi kalau pemerintah daerah selama ini hanya pintar menggaungkan visi misi Remaja,namun faktanya itu hanya khayalan masyakat.Respon pemerintah terhadap masyarakat kecil terutama dalam masalah kesehatan,”ujar Dede salah satu peserta aksi saat orasi.
Sebelumnya aksi juga dilakukan PMII di kantor Kejaksaan Negeri Majalengka, Senin (24/10/2011). Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol mandulnya aparat penegak hukum terutama kejaksaan dalam menuntaskan permasalahan-permasalahan hukum di Kabupaten Majalengka.
Beberapa persoalan hukum yang mendapat sorotan mahasiswa dianataranya dugaan korupsi bantuan bencana alam gempa bumi,korupsi kontruksi jalan Sigasong-Jatiwangi sebesar Rp.12 milyar pada tahun anggaran 2010,korupsi pajak penerangan jalan (PJU) dan beberapa kasus lainnya.
Mereka melakukan orasi-orasi didepan kantor Sekertariat Daerah Majalengka, mereka meminta ketegasan dari pemerintah untuk lebih peduli pada rakyat, salah satunya yaitu ketegasan Pemerintah daerah untuk mengatasi gizi buruk. Fauzi Purnama, Koordinator lapangan PMII mengatakan "Mandulnya SBY diikuti oleh kinerja Kejaksaan Negeri Majalengka yang meninggalkan racun dan rasa sakit bagi rakyat Majalengka." "Banyak permasalahan yang tidak mampu diselesaikan oleh Kejaksaan Negeri Majalengka," ujar Fauzi.(abr)
Sumber: Suara Jabar

Posting Komentar