Majalengka (SJ) – Kerusakan infrastruktur jalan yang tidak kunjung mendapat perhatian pemerintah daerah mulai memancaing kekesalan warga.
Warga disejumlah daerah kawasan selatan Kabupaten Majalengka bahkan mengancam tidak akan membayar pajak.Kekesalan warga terutama di Kecamatan Bantarujeg,Lemahsugih dan Malausma semakin bertambah ketika melihat kenyataan Pemkab Majalengka lebih asyik membongkar bangunan-bangunan lama di wilayah perkotaan dan membuat bangunan baru daripada membangun kebutuhan yang lebih dibutuhkan warga.
Dede Rahmat warga Giri Mukti Kecamatan Malausma mangatakan,bupati selalu bicara kesejahteraan,Namun prakteknya tidak demikian.Penguasa lebih banyak mementingkan kelompoknya daripada memikirkan masyarakat secara keseluruhan.
”Sudah berkali-kali kami menyampaikan aspirasi untuk perbaikan jalan,namun sampai sekarang tetap akan dibiarkan.Belakangan perbaikan katanya akan dilakukan pada tahun depan,padahal tahun lalu janjinya tahun sekarang,”ujarnya.
Yang lebih membuat warga kesal kata Nana warga Lemahsugih,bupati ternyata lebih memikirkan keinginan pribadi daripada memikirkan kepentingan dan keluhan warga.Terbukti pemerintah mengatakan perbaikan jalan belum bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran.Namun di sisi lain bupati membongkar bangunan-bangunan lama dan membuat bangunan baru yang memerlukan dana sampai milyaran rupiah.
Buktinya tugu petani dibongkar diganti tugu ikan,tugu abah geot di bongkar,tugu cigasong dibongkar sekarang tugu adipura yang dibongkar padahal semua bangunan itu masih dalam kondisi baik.
”Daripada untuk membangun hal yang semestinya tidak diperlukan - apa tidak sebaiknya dipergunakan untuk membangun jalan yang kini rusak dimana-mana terutama di daerah atas ini,atau bupati sekarang sengaja melakukan itu dengan harapan terpilih dan dikenang warga dengan cara membuang hasil pembangunan yang dihasilkan bupati sebelumnya,”ujarnya.
Masih menurut dia,pemerintah mestinya sadar,warga kawasan selatan juga membayar pajak sama seperti daerah lainnya sehingga juga perlu mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah.”Kalu begitu kebijakan pemerintah sekarang,buat apa kami cape-cape membayar pajak yang katanya untuk membiayai pembangunan,namun pembangunan itu sendiri tidak kami rasakan,”tambahnya.(abr)
Sumber: Suara Jabar

Posting Komentar