Selasa, 13 September 2011

Home » » Warga Ragukan Kualitas Pembangunan Jalan

Warga Ragukan Kualitas Pembangunan Jalan

Majalengka (SJ) – Pembangunan jalan Salagedang-Sindang yang baru beberapa hari dikerjakan menjadi sorotan warga setempat.Pasalnya pengerjaan jalan dinilai warga terkesan asal-asalan.Dikuatirkan  jalan yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah tersebut tidak berumur lama. 

Menurut informasi yang dihimpun Poros Jabar (Group Suara Jabar.com) menyebutkan proyek rehabilitasi jalan Salagedang-Sindang I hanya dilakukan dalam hitungan hari.Bahkan pengerjaan pengaspalan dilakukan hanya  satu hari.Bahkan di duga sebelum dilakukan hamparan,penetrasi tidak dilakukan terlebih dahulu.Hasilnya seperti yang terlihat dilapangan,sudah ada bagian jalan jalan yang menggunduk.”Sepertinya penetrasi tidak dilakukan pada semua ruas yang diperbaiki,hanya sebagian saja yang dilakukan penetrasi,”kata Encep warga setempat.

Masih menurut warga yang juga cukup memahami tehnis pembangunan/rehabilitasi jalan tersebut,dengan cara pemasangan yang seperti itu maka kekuatan aspal atau daya tempel aspal yang dipasang tidak akan maksimal dan rawan mengelupas.Apalagi dengan kondisi jalan yang dibeberapa bagian beruapa tanjakan/turunan.”Kalau terjadi hujan cukup besar dapat dipastikan aspal akan longsor,dan jalan akan kembali mengalami kerusakan,”katanya.

Tidak hanya kualitas pengerjaan yang menjadi pertanyaan warga,volume proyek juga mendapat sorotan.Pada papan proyek tertera volume panjang 1500 M dan Lebar 300 M.Dalam prakteknya volume tersebut diragukan sesuai yang tertera dalam papan proyek.Begitu juga dengan ketebalan hamparan aspal yang  tidak merata,di beberapa bagian hmaparan aspal yang terpasang sangat tipis.

Pengawas lapangan proyek senilai Rp.779.693.100, yang dimenangkan CV Pratiwi Putra,Yeyen yang dikonfermasi Poros Jabar tidak mengelak adanya pengerjaan yang kurang.Seperti pada tanjakan di sekitar kebun pembibitan yang sangat terlihat acak-acakan.”Kami akui memangada beberapa bagian yang kurang maksimal dalam penggarapan,terutama pada bagian tanjakan  dekat pembibitan yang mengarah ke Gunung Kuning,”katanya.

Menurut dia,kondisi aspal yang terpasang memang sangat rawan,dan secara tehnis di daerah itu memang tidak perlu dilakukan pengaspalan atau hamparan.”Sebenarnya dengan kondisi jalan yang seperti itu tidak memerlukan hamparan, cukup dengan lapen saja.Namun entah kenapa rekanan melakukan hamparan,padahal dengan lapen saja sudah cukup.Kemungkinan kata dia,pelaksana atau pihak rekanan belum mengetahui betul secara tehnis,”jelasnya.

Dengan kondisi pengerjaan seperti,kata Yeyen pihaknya akan melakukan kembali pengecekan pada semua pekerjaan yang dilakukan termasuk ketebalan hamparan aspal.Sementara itu Kepala BMCK Majalengka Agus Tamim yang dikonfermasi belum bisa memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.”Terima kasih informasinya,”katanya singkat saat dihubungi melalui ponselnya.(abr)

Sumber: Suara Jabar
Share this article :

Posting Komentar