Majalengka (SJ) – Kalangan Ormas Islam dan tokoh masyarakat Majalengka berencana menolak pemberian cinderamata berkaitan Hari Raya Idhul Fitri 1432 H.Rencana tersebut muncul sebagai reaksi setelah mengetahui bahwasaannya barang-barang cinderamata tersebut bersumber dari uang rakyat (APBD Majalengka 2011).
Beberapa pengurus Ormas Islam di Majalengka pada Poros Jabar (Group Suara Jabar.com) mengatakan,bila kenyataanya souvenir yang diberikan bupati tersebut berasal dari uang APBD,tidak ada pilihan selain menolaknya.”PNS tidak mendapatkan THR,mereka yang harusnya mendapat perhatian bukan kami,tidak tahu bila ada motivasi tertentu dari pemberian cinderamata,”kata salah satu tokoh masyarakat.
Tokoh Ormas dari PD Muhammadiah Mista Hadi Permana S.Ag mengaungkapkan,tahun lalu ada pemberian cindramata dalam bentuk sarung dan baju koko.Namun pihaknya tidakmengetahui darimana sumber dananya.”Tahun lalu ada tujuh pengurus yang menerima,namun kami mengira itu bukan bersumber dari APBD,”tuturnya.
Tokoh muda Majalengka menambahkan,bila ternyata pemberian cinderamata tahun ini berasal dari APBD maka akan dikaji ulang untuk menerimanya.”Kalau ternyata sumbernya dari APBD kemungkitan besar kami tidak akan menerimanya,karena kami memandang ada kebutuhan yang lebih penting dibandingkan memberikan cinderamata pada Ormas atau tokoh masyarakat,apalagi nilainya hingga ratusan juta,”tegasnya.
Hal senada juga datang dari unsur pengurus PD PUI Majalengka.Drs.H Omo Karsono MM mengatakan,akan lebih baik bila dana ratusan juta tersebut dialokasikan untuk rakyat miskin di pedesaan yang jumlahnya masih banyak.”Lebih baik dibelikan sembako dan diberikan pada rakyat miskin daripada untuk sarung dan koko tokoh masyarakat dan ulama yang sarung dan baju kokonya kami yakin sudah banyak,”ujarnya.
Seketaris Nahdatul Ulama (NU) Majalengka Drs.Dedi Mulyadi mengatakan,pihaknya akan mengkaji apakah akan menerima atau menolak cinderamata dari bupati.”Kami akan bicarakan masalah ini dulu,namun secara pribadi bila itu menggunakan dana APBD saya tidak setuju,”tandasnya.
Ditempat terpisah pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Majalengka Drs Cecep Suryana Msi berkomentar singkat.”Pemberian cinderamata adalah proyek pencitraan,”cetusnya.
Bedasarkan informasi yang dihimpun Poros Jabar menyebutkan,Beberapa waktu lalu Unit Layanan Pengadaan (ULP) Majalengka telah melakukan pelelangan pada pekerjaan pengadaan belanja cinderamata alim ulama/tokoh masyarakat/ketua ormas pada Idhul Fitri.Pagu proyek adalah sebesar Rp.380 juta.Dan keluar sebagai pemenang tender CV Aneba Putra,dengan harga penawaran Rp.290.641.100,00.(abr)
Sumber : Suara Jabar

Posting Komentar